Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui peningkatan literasi, penetrasi, dan pengembangan ekosistem keuangan syariah di lingkungan pesantren.

"BSI berkomitmen mendorong pesantren untuk 'naik kelas' dan semakin mandiri secara ekonomi," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (6/9/2026).

Anggoro menjelaskan bahwa BSI memfokuskan penetrasi layanan keuangan syariah di lembaga pendidikan Islam tersebut. Saat ini, BSI dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia, dengan sekitar 23,9% berlokasi di Jawa Timur sebagai salah satu basis pesantren terbesar.

Upaya pemberdayaan pesantren diwujudkan melalui penyediaan kemudahan layanan terintegrasi, meliputi fasilitas manajemen tunai, BSI agen, dan platform BYOND by BSI. 

"Melalui penguatan layanan perbankan digital ini, BSI ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu bertransformasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional," tutur Anggoro.

Untuk memperluas dampak kemandirian ekonomi umat, BSI juga mempererat kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). BSI mencatatkan momen istimewa sebagai institusi pertama yang diterima secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), pada hari pertama kerjanya di Kantor PBNU, Jakarta.

Kunjungan kehormatan yang dihadiri oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi strategis, khususnya dalam meningkatkan literasi serta memperkuat ekosistem kelembagaan dan pemberdayaan ekonomi pesantren secara menyeluruh.