Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengukir sejarah baru dalam industri keuangan syariah dan infrastruktur nasional. Melalui anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), kedua entitas resmi menandatangani fasilitas pembiayaan investasi sebesar Rp1,56 Triliun dengan skema Sustainability Linked Financing (SLF) di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Langkah strategis ini menobatkan BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan pembiayaan berkonsep SLF, sekaligus memelopori standar baru pendanaan infrastruktur tol berbasis hijau di tanah air. Pembiayaan ini dialokasikan untuk mendukung operasional dan pengembangan Jalan Tol Bali Mandara yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG).
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata kesiapan perbankan syariah dalam menopang pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai maqashid syariah.
"Penandatanganan SLF ini merupakan tonggak penting bagi industri perbankan syariah nasional sekaligus sinergi BUMN yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami meyakini prinsip ESG dan keberlanjutan memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan maqashid syariah," ujar Bob.
Hingga Juni 2026, BSI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan telah mencapai Rp78,6 Triliun atau menyumbang sekitar 23% dari total pembiayaan bank. Sektor yang didominasi antara lain energi terbarukan, UMKM, produk ramah lingkungan (eco-efficient), hingga transportasi rendah karbon.
Dari sisi pengelola jalan tol, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa skema SLF ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan jangka panjang PT JBT, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam fundamental bisnis perusahaan.
"Pembiayaan melalui skema SLF ini membuktikan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan. Kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan layanan jalan tol yang semakin andal, aman, dan ramah lingkungan," tutur Rivan.
Jalan Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 KM sendiri menjadi contoh percontohan (pilot project) penerapan tol berkelanjutan di Indonesia. PT JBT menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pertama yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk efisiensi energi, melakukan penanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai, serta menerapkan pengelolaan sampah dan energi terbarukan.
Atas konsistensi tersebut, PT JBT berhasil mempertahankan predikat Gold Sertifikasi Green Toll Road Indonesia hingga tahun 2024 dan meraih Penghargaan Terbaik I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi antara BSI dan Jasa Marga ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi grup usaha lainnya dalam mempercepat transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.



