Kairo, MCNID.net-- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, melakukan silaturahim dengan Menteri Wakaf Mesir, Syaikh Prof Usamah al-Azhari, di Kairo.
Pertemuan silaturahim yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral antarlembaga, sekaligus memperluas kerja sama konkret di bidang keislaman, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Salah satu fokus utama yang didorong oleh Kiai Cholil Nafis dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya melakukan terobosan dalam pengelolaan aset dan dana wakaf agar menjadi jauh lebih produktif. Menurutnya, potensi wakaf di Indonesia sangat besar, termasuk kepemilikan tanah wakaf yang luas di berbagai daerah.
Namun, potensi yang masif tersebut harus diimbangi dengan manajemen modern agar tidak hanya sekadar terpelihara secara fisik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
"Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, termasuk tanah wakaf yang luas. Oleh karena itu, diperlukan terobosan agar aset tersebut tidak hanya terpelihara, tetapi juga dapat dikelola secara produktif dengan tetap menjaga prinsip-prinsip syariah dan kehendak wakif," ujar Kiai Cholil Nafis, Selasa (3/11/2026).
Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa pengelolaan wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel merupakan kunci utama untuk mentransformasikan wakaf dari fungsi tradisional menjadi instrumen modern pembangunan umat.
Melalui pertukaran pengalaman dan kajian model investasi wakaf yang diterapkan di Mesir, Kiai Cholil berharap praktik-praktik terbaik (best practices) tersebut dapat diadopsi dan disesuaikan dengan konteks di Indonesia.
Hal ini diyakini mampu menjadikan wakaf sebagai penopang utama sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta pengentasan kemiskinan.
Selain membahas pengelolaan aset wakaf produktif, pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan pemahaman bersama untuk memperluas kerja sama strategis dalam bidang pengembangan kapasitas SDM.
Dalam pertemuan ini, Kiai Cholil dan Syaikh Prof Usamah al-Azhari menyoroti pentingnya program pelatihan bersama, peningkatan alokasi beasiswa pendidikan bagi pelajar Indonesia di Mesir, serta penyelenggaraan forum-forum ilmiah dan seminar internasional secara berkala.
Berbagai inisiatif ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman serta dinamika keumatan yang semakin kompleks di masa depan.
Suasana keakraban dan kedekatan hubungan antara kedua negara Islam ini semakin terasa ketika Kiai Cholil Nafis bersama Menteri Wakaf Mesir menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al-Kabir, yang terletak di kawasan Ibu Kota Administratif Baru Mesir.
Momen spiritual tersebut mempertegas bahwa hubungan antara Indonesia dan Mesir bukan sekadar relasi diplomasi formal antarpemerintahan atau lembaga, melainkan ikatan ukhuwah Islamiyah yang kokoh berdasarkan nilai-nilai persaudaraan universal.
Kiai Cholil berharap rangkaian kesepakatan dan penjajakan kerja sama strategis ini tidak berhenti sebatas pada level wacana atau penandatanganan dokumen semata.
Lebih dari itu, Kiai Cholil Nafis menekankan pentingnya langkah-langkah tindak lanjut yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
"Dengan adanya kolaborasi erat bersama Kementerian Wakaf Mesir, pengelolaan wakaf di Indonesia diharapkan mampu naik kelas, bertransformasi menjadi instrumen ekonomi yang mandiri, kuat, dan memberikan kemaslahatan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas di kedua negara," tegasnya.
Bertemu Menteri Wakaf Mesir, Kiai Cholil Nafis Dorong Pengelolaan Aset Wakaf Lebih Produktif
📅 03 November 2026✍️ SadamBerita


