Jakarta, MCNID.net--Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi sekitar 100.000 peserta yang diprediksi akan memadati Lapangan Monas, Jakarta, dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan pada Sabtu (1/8/2026). Selain meminta masyarakat untuk hadir lebih awal, panitia menekankan pentingnya kedisiplinan demi menjaga kenyamanan dan kekhusyukan bersama.
Sekretaris Tim Kerja Kemenag untuk Zikir dan Doa Kebangsaan, Muchlis M. Hanafi, mengimbau seluruh jemaah yang datang dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum menuju area acara.
"Kami imbau peserta datang lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang dimulainya acara," tegas Muchlis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Guna memastikan gelaran yang menjadi bagian dari Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini berjalan aman dan tertib, Kemenag merilis 6 imbauan utama bagi seluruh masyarakat yang akan hadir.
Pertama, Datang Sesuai Titik Kumpul. Peserta diharapkan hadir sesuai lokasi kumpul dan estimasi waktu yang telah dikoordinasikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag, instansi, atau kelompok masing-masing.
Kedua, Bawa Perlengkapan Ibadah. Bagi peserta Muslim, disarankan membawa alat salat pribadi untuk persiapan menunaikan Salat Magrib berjamaah di lokasi.
Ketiga, Persiapkan Perlengkapan Pribadi. Mengingat kegiatan berlangsung di ruang terbuka (outdoor), peserta dianjurkan membawa perlengkapan pribadi secukupnya, seperti payung, jas hujan ringan, atau obat-obatan pribadi.
Keempat, Patuhi Prosedur Keamanan. Seluruh pengunjung wajib mengikuti mekanisme pemeriksaan keamanan yang diberlakukan oleh petugas di setiap akses masuk area Monas.
Kelima, Ikuti Arahan Petugas. Peserta diminta selalu mematuhi petunjuk koordinator lapangan terkait alur masuk, lokasi area duduk, hingga jalur evakuasi darurat.
Keenam, Jaga Kebersihan dan Ketertiban. Seluruh jamaah diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama merawat kenyamanan fasilitas publik di area Monas.
Muchlis menambahkan, panitia telah berkoordinasi erat dengan Sekretariat Negara, TNI, Polri, hingga Pemprov DKI Jakarta untuk menyiapkan fasilitas penunjang seperti pos kesehatan, pos keamanan, penataan sound system, hingga rekayasa mobilisasi massa.
"Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mengawali peringatan kemerdekaan dengan rasa syukur. Kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kekhusyukan agar kegiatan ini berjalan lancar," kata Muchlis.



