Jakarta, MCNID.net--Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyambut positif sekaligus mendorong agar gagasan pembukaan Program Studi (Prodi) Manajemen Masjid di Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) segera ditindaklanjuti. Wamenag meminta pihak-pihak terkait untuk langsung menyusun kajian akademik dan pembahasan teknis agar usulan tersebut tidak sekadar menjadi pembicaraan semata.
"Saya sangat tertarik dengan usulan ini dan mengapresiasi pertemuan ini. Saya ingin gagasan Prodi Manajemen Masjid tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi segera disiapkan melalui kajian akademik dan pembahasan teknis," tegas Romo Syafii dalam audiensi bersama Rektor UICI Saefuddin dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ia menekankan pentingnya menyusun dokumen yang menjelaskan posisi keilmuan, kebutuhan lapangan, hingga desain kurikulum prodi. Menurutnya, program ini memiliki potensi besar untuk dikaitkan dengan aspek dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Rektor UICI, Saefuddin, menjelaskan bahwa Prodi Manajemen Masjid dirancang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan tempat ibadah melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang terdidik.
Keunggulan UICI sebagai digital university dinilai menjadi solusi praktis karena mahasiswa dari berbagai daerah dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus datang langsung ke Jakarta.
Dukungan serupa disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat. Ia menilai pengelolaan potensi besar masjid, termasuk sektor zakat, infak, sedekah, serta fasilitas yang inklusif membutuhkan pengelola profesional (well educated) yang terstruktur secara akademis.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melihat prodi baru ini sebagai peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dan membina para santri lulusan pesantren melalui skema beasiswa daerah.
Dengan dorongan langsung dari Wamenag, proses pengkajian akademik Prodi Manajemen Masjid diharapkan dapat segera rampung sehingga desain pendidikan kemasjidan berbasis digital ini bisa direalisasikan.



