Jakarta, MCNID.net--Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Raden Muhammad Syafi'i menegaskan bahwa ikhtiar spiritual seperti Zikir dan Doa Kebangsaan memiliki peran vital dalam membangun karakter serta energi moral bangsa. Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wamenag mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan selama 81 tahun.


Hal tersebut disampaikan Wamenag merespons gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.


Romo Syafi'i mengingatkan bahwa fondasi kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari nilai-nilai ketuhanan dan spiritualitas, sebagaimana termaktub dalam konstitusi negara.


"Dalam alinea ketiga Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat dari Allah SWT. Karena itu, mari kita syukuri nikmat tersebut dengan berzikir dan berdoa bersama demi Indonesia yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat," ujar Wamenag di Jakarta, Jumat (31/7/2026).


Menurut Wamenag, doa kebangsaan yang digelar Kementerian Agama ini bukan sekadar seremoni keagamaan tahunan. Lebih dari itu, agenda ini merupakan ikhtiar batin kolektif seluruh anak bangsa untuk memperkuat optimisme, merawat persaudaraan, dan meneguhkan semangat dalam membangun negeri di tengah berbagai tantangan global.


Ia menambahkan bahwa ruang-ruang spiritual memiliki fungsi strategis dalam memperkokoh karakter bangsa. Kemerdekaan, kata dia, harus dimaknai sebagai amanah besar yang dijaga melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan kepedulian sosial.


"Mari kita bergabung. Semoga kehadiran kita menjadi rangkaian ibadah sekaligus bentuk dukungan bagi pembangunan Indonesia," ajak Wamenag.


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI ini akan menghadirkan Ulama Kharismatik Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf bersama tokoh-tokoh lintas agama. Kehadiran para tokoh agama ini menjadi simbol kebersamaan dan kerukunan nasional dalam memohon keberkahan, keselamatan, serta kedamaian bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).