Jakarta, MCNID.net--Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia tidak lagi bisa digarap secara terpisah atau parsial. Akselerasi pertumbuhan sektor ini membutuhkan strategi menyeluruh yang menyentuh seluruh rantai pasok dari hulu hingga ke hilir guna memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES) Rosan Roeslani dalam agenda High Level Meeting (HLM) MES yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Dalam forum strategis tersebut, Rosan menyerukan pentingnya pergeseran paradigma dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Rosan menjelaskan bahwa pendekatan masa depan dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah harus keluar dari pola lama yang hanya berfokus pada pembuatan program-program terpisah. Fokus utama kini harus dialihkan pada pembentukan ekosistem terpadu yang saling menguatkan.

"Pengembangan ekonomi syariah tidak dilakukan secara parsial tapi dilakukan secara komprehensif secara keseluruhan. Mulai dari produksi, pembiayaan, penguatan kapasitas, sertifikasi, distribusi, akses pasar, konsumsi, hingga ekspor," ujar Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). 

Menurutnya, integrasi dari sektor hulu ke hilir ini sangat krusial agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku UMKM, lembaga keuangan, hingga regulator, berada dalam satu rantai nilai yang solid. Dengan demikian, industri halal nasional tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.

Selain penguatan ekosistem internal, Rosan menguraikan bahwa integrasi hulu-hilir ini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan peringkat Indonesia pada laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Dia menilai perlunya pemetaan yang matang serta improvisasi berkelanjutan di berbagai lini industri halal.

"MES tentunya perlu mengambil peran yang konkret dalam mengkonsolidasikan berbagai pihak agar upaya peningkatan posisi Indonesia dalam SGIE ini dapat dilakukan secara bersama dan juga secara terarah," tegas Rosan.

Melalui Visi dan Peta Jalan MES 2026–2030, MES berkomitmen menjadi wadah konsolidasi nasional yang menghubungkan seluruh elemen pelaku ekonomi. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu mendorong kontribusi nyata ekonomi syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dan masjid.