Bogor, MCNid--Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis mengajak civitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) University menjadi manusia berdampak.

Hal ini disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam acara Halal bi Halal yang digelar IPB University di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University, Dramaga, Bogor, Rabu (1/4/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menjelaskan, menjadi manusia berdampak merupakan manifestasi dari sebuah Hadist yang berbunyi _khairunnas anfa'uhum linnas_ yang berarti sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

"Penelitian kita berdampak. Pengajaran kita kepada mahasiswa berdampak. Kemudiaan bagaimana pengabdian kepada masyarakat berdampak, bukan sekedar malaksanakan rutinitas," kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil menekankan, sekecil apapun ilmu yang diberikan, terutama kepada masyarakat, bisa menjadi ilmu yang besar dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, menjadi manusia yang berdampak bisa menjadi tanda bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan diterima Allah SWT.

Kiai Cholil menjelaskan, tanda puasa seseorang diterima adalah bisa lebih baik dalam menjalani kehidupan setelah bulan Ramadhan. Tidak hanya lebih baik dalam hubungan kepada manusia, tetapi bisa lebih baik hubungan kepada Allah SWT.

"Ketika Ramadhan bisa khatam Alquran, maka setelah Ramadhan kebiasaan itu harus tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan. Minimal bisa membaca satu ayat setiap hari. Gapapa, yang penting setiap hari diajak bicara oleh Allah," sambungnya.

Selain itu, Kiai Cholil berpesan agar civitas akademika IPB senantiasa melaksanakan sholat malam sebagai sarana interaksi dengan Allah.

"Terutama sebelum adzan Shubuh, perbanyak baca istigfar. Kemudiaan juga banyak membaca sholawat. Karena kalau kita baca sholawat sekali, kita akan diberikan oleh Allah rahmatnya 10 kali lipat," ungkapnya.

Kiai Cholil menerangkan, apabila bisa konsisten mengamalkan kebiasaan ini, Allah SWT akan membimbing umatnya ke jalan yang baik.

Dalam momen ini, CEO Amanah Zakat mengajak civitas akademika IPB University menjadi manusia yang pemaaf. Kiai Cholil menegaskan, acara Halal bi Halal tidak hanya ceremonial, melainkan upaya untuk meraih kejernihan hati.

"Tanpa minta maaf, sudah saling memaafkan. Jadi puasa yang dilaksanakan di bulan Ramadhan, kemudiaan maaf-maafan, ini sudah bagaikan anak yang baru dilahirkan ibu yang tidak punya dosa apa-apa. Karena dosa kepada Allah, mudah-mudahan sudah dimaafkan saat Ramadhan. Dosa di antara kita, pada kesempatan ini kita sudah maaf-maafan," terangnya.

Hadir dalam acara ini Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria dan Rektor IPB Dr Alim Setiawan Slamet beserta jajaran.

(Sadam)