Jakarta, MCNID.net-- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengingatkan beratnya tanggung jawab seorang hakim, sehingga para ulama dahulu banyak yang tidak mau ketika diminta menjadi hakim.
Kiai Cholil mengungkapkan, hal ini tidak terlepas dari sebuah hadis yang menyebut mayoritas hakim akan masuk neraka. Dalam hadits tersebut menjelaskan ada tiga model hakim, namun hanya ada satu model hakim yang akan masuk surga.
"Pertama, hakim yang tidak tahu yang benar tetapi memutuskan. Nah itu pasti masuk neraka. Hukumnya gak jelas, masalahnya gak jelas tapi mutusin," ujar Kiai Cholil saat menerima silaturahim Ketua Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadhan di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Model kedua, hakim yang mengetahui mana hukum yang benar, tetapi karena tekanan atau kepentingan, hakim tersebut memutuskan yang salah. Kiai Cholil menegaskan, model ini akan membuat hakim maupun pihak kepentingan dan yang memberikan tekanan itu masuk neraka.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan, model hakim yang selamat hanya kepada hakim yang ketika dia tau benar, kemudiaan memutuskan yang benar.
"Makanya doa itu penting bagi hakim. Saya berpikir kalau hakim itu kan yang bisa membunuh dan menyelamatkan orang," ucap ulama berdarah Madura ini.
Untuk itu, Kiai Cholil mendorong adanya kerja sama antara MUI dan KY dalam penguatan hakim berbasis nilai keagamaan. Ia mengusulkan agar pendidikan dan pelatihan etika profesi hakim memasukkan nilai-nilai keagamaan, sehingga hakim memiliki kekuatan moral dan mental yang dilandasi keimanan.
"Mungkin kita bisa masukan nilai keagamaan dan ini menjadi hakim punya kekuatan secara moral dan mental karena dilandasi keimanan," kata alumnus Pondok Pesantren Sidogiri ini. (Sadam ed, Sagara).



