Jombang, MCNID.net-Pentol menjadi salah satu kuliner khas Jawa Timur yang berhasil menarik minat para muktamirin dan partisipan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Hampir setiap meter ada penjual pentol yang menjadi makanan favorit para santri. Salah satu yang menjadi ikon legendanya, yaitu Pentol Pak Mas. Tidak main-main, produksinya eksis sejak lebih dari dua dekade lalu.
Saat merintis usahanya, Pak Mas menjajakan pentol dengan berkeliling menggunakan gerobak yang ditopang sepeda motor. Konsistensinya untuk mangkal di area pondok pesantren menuai berkah. Pentol Pak Mas perlahan menjadi salah satu jajanan yang lekat dengan kehidupan santri Tambakberas. Bahkan, popularitasnya tidak berhenti ketika para santri telah menyelesaikan masa belajar di pesantren.
Para alumni yang berkunjung kembali ke Tambakberas pun masih kerap menyempatkan diri membeli pentol ini. Tidak jarang, mereka sampai membelinya dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga.
Rahasia ketenaran pentol tadi terletak pada tekstur yang empuk. Ukuran pentolnya pun pas untuk sekali lahap. Ditambah dengan pilihan sambal khas dan kuah gurih yang menjadi pelengkap, perpaduan tersebut membuat pentol ini terasa mudah membuat lidah ingin kembali mencicipinya. Menurut sejumlah santri Tambakberas, cita rasa sambal dan kuahnya menjadi salah satu ciri khas tersendiri.
Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong, mulai dari Rp500, dengan beragam pilihan isian dan pendamping seperti pentol jamur, pentol keju, pentol puyuh, siomay, hingga tahu.
Kini, Pentol Pak Mas telah tersedia di beberapa titik, yakni di kawasan MAN Tambakberas Jombang, Gang 1 Tambakrejo, area sekitar Kantor Yayasan Bahrul Ulum, serta area Pasar Legi.
Memahami selera pembeli juga menjadi kunci sukses penjualan pentolnya. Setiap pesanan diracik sesuai permintaan pembeli, mulai dari porsi kuah atau racikan berbeda agar pembeli bisa menikmati pentol sesuai selera.
Di tengah kesibukan mengikuti berbagai rangkaian Muktamar NU ke-35, menyempatkan diri mencicipi seporsi pentol sederhana mungkin menjadi pengalaman kecil yang justru meninggalkan kesan. Kuliner seperti Pentol Pak Mas bukan sekadar jajanan, tetapi juga bagian dari khazanah kehidupan santri Tambakberas yang terus bertahan dan dinikmati lintas generasi.



