Jakarta, MCNID.net--Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan kesiapannya untuk menggelar Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut disiapkan untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk konsep roadmap 25 tahun NU ke depan serta agenda kemaslahatan bangsa dan kemanusiaan.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa materi pembahasan dalam muktamar kali ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi NU bagi masyarakat luas.
"Materi yang disiapkan untuk dibahas muktamar menyangkut kepentingan bangsa dan kemaslahatan kemanusiaan seluruhnya, antara lain soal konsep roadmap 25 tahun NU ke depan dan nilai-nilai keulamaan," ujar Gus Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Selain roadmap jangka panjang, PBNU juga mengusung agenda pemikiran transformasi pesantren sebagai bagian dari strategi sistematis organisasi. Gus Yahya menjelaskan bahwa pembahasan nilai-nilai keulamaan, pengembangan sistem kaderisasi, inisiatif ekonomi, hingga efektivitas manajemen digital dari tingkat pusat hingga kecamatan (MWC) akan menjadi fokus utama.
Melalui konsolidasi organisasi yang makin solid yang salah satunya ditopang penerapan sistem digital, Gus Yahya berharap Muktamar Ke-35 ini dapat berjalan harmonis dan menghasilkan keputusan yang berdampak luas.
"InsyaAllah dengan berkah daripada Pesantren Tambakberas ini, kita bisa mengharapkan muktamar yang lancar, harmonis, dan membawa hasil yang sungguh bermanfaat bagi warga Nahdlatul Ulama, bangsa, serta kemanusiaan seluruhnya," kata dia.



