Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, mengimbau umat Islam untuk merayakan Idulfitri sesuai dengan keyakinan dan metode masing-masing. Imbauan ini muncul seiring potensi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal tahun ini.

KH Cholil Nafis menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriah, baik melalui hisab maupun rukyatul hilal, adalah hal yang wajar. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak saling memaksakan keyakinan dalam hal ini. "Jangan dipaksa orang semuanya harus 20, sebagaimana orang yang mau lebaran 20, jangan dipaksa ke tanggal 21. Kalau nanti pengen sepakat, sepakatin dulu metodenya dan itu berkenaan dengan keyakinan kita," ujarnya, dikutip dari MUIDigital (19/3/2026).

Imbauan ini disampaikan karena kriteria imkan rukyah belum terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia. Perhitungan falak menunjukkan bahwa tinggi hilal belum mencapai minimal 3 derajat. Posisi tertinggi di Aceh hanya sekitar 2,51 derajat dengan elongasi 6,1 derajat.

Kriteria imkan rukyah yang berlaku mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan kondisi ini, ada potensi hilal tidak dapat dirukyat secara valid, sehingga dapat menimbulkan perbedaan dalam penetapan Idulfitri.

Kiai Cholil juga mengingatkan pemerintah untuk tetap berpegang pada kesepakatan metode yang telah disetujui, termasuk dalam kerangka MABIMS, tanpa memaksakan keseragaman yang tidak memiliki dasar kuat.

Sementara itu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur, telah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam surat pengumuman MAKLUMAT No: 3/PMDG/k-01/IX/1447 yang ditandatangani oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH M Akrim Mariyat dan KH Hasan Abdullah Sahal.

​Humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Riza Azhari Zarkasyi, mengonfirmasi keputusan tersebut, seperti dilansir dari CNNIndonesia.com (19/3). Riza menjelaskan bahwa penetapan Idulfitri ini merupakan hasil ijtihad para pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.Ā 

​