MUI Imbau Euforia Ramadhan dan Idul Fitri Tak Ganggu Ibadah Nyepi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk menjaga ketertiban dan menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dijalankan oleh umat Hindu, terutama di tengah suasana euforia Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Imbauan itu disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, sebagai bentuk penegasan komitmen MUI terhadap kerukunan antarumat beragama di Tanah Air. Ia mengingatkan bahwa kegembiraan menyambut dan mengisi Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri tidak boleh sampai mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Nyepi.
KH Cholil Nafis menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum penguatan akhlak dan kepedulian sosial, yang salah satu wujud nyatanya adalah menghormati sesama warga negara yang sedang beribadah. Menurutnya, ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat adil dan berperilaku baik kepada semua manusia, termasuk dalam menjaga suasana kondusif saat agama lain melaksanakan hari rayanya. Ia mengajak pengurus masjid, majelis taklim, serta komunitas keagamaan Islam untuk mengatur kegiatan agar tidak menimbulkan kebisingan berlebihan atau keramaian yang berpotensi mengganggu pelaksanaan Nyepi, seperti penggunaan pengeras suara dan kegiatan di luar ruangan yang bersifat hura-hura.
Tokoh yang dikenal aktif mengampanyekan moderasi beragama ini juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan aparat keamanan menjelang dan selama pelaksanaan Nyepi. Menurut Cholil Nafis, sinergi ini diperlukan agar umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan khidmat, sekaligus memberi ruang penuh kepada umat Hindu untuk menjalankan Catur Brata Penyepian dengan tenang dan aman. Ia berharap, sikap saling menghormati tersebut tidak hanya hadir dalam momentum Nyepi, tetapi menjadi budaya bersama yang menguatkan persatuan bangsa di tengah keberagaman agama dan budaya Indonesia.
Sumber: ANTARA News Gorontalo



