Jakarta, MCNID.net--Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Abdul Mu’ti, meminta agar ajang Gen Halal Championship dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Hal ini disampaikan saat menerima Dewan Pimpinan MUI dan Pengurus LPPOM di Kantor Mendikdasmen, Jakarta, Senin (10/8/2026).


Menurutnya, skema seleksi yang dimulai dari daerah sangat penting untuk memastikan proses penjaringan talenta muda berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak peserta didik di berbagai wilayah Indonesia.


“Hal ini dimaksudkan untuk menemukan anak-anak yang benar-benar mempunyai bakat dan prestasi,” tegasnya.


Ia menilai, pelaksanaan kompetisi secara berjenjang tidak hanya menjadi jalur seleksi, tetapi juga sarana pembinaan yang lebih masif bagi pelajar tingkat SMA, SMK, MA, dan sederajat dalam memahami literasi halal secara komprehensif.


Selain mendorong pelaksanaan secara berjenjang, Mendikdasmen juga mengusulkan penambahan kategori perlombaan bagi sekolah yang berhasil menerapkan gaya hidup halal secara terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.


Gen Halal Championship sendiri mengusung semangat Explore, Compete, dan Inspire, yang dirancang untuk melahirkan generasi muda inovatif, kompetitif, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya.


Sebagai bentuk komitmen kementerian dalam mendukung ajang ini, Prof Abd Mu’ti menyatakan kesediaannya hadir sebagai keynote speaker pada puncak penganugerahan Gen Halal Championship yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026 di Jakarta.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menekankan pentingnya membangun literasi halal bagi para pelajar sejak dini. Menurutnya, pemahaman mengenai halal kini tidak boleh lagi sekadar dianggap sebagai pemenuhan aturan syariah, melainkan harus diangkat menjadi sebuah gaya hidup (lifestyle) di kalangan generasi muda.


"Halal bukan sekadar aturan, tetapi gaya hidup. Bagi Gen Z, halal perlu hadir dalam seluruh pilihan kehidupan: makanan, minuman, kosmetik, fesyen, wisata, keuangan, hingga cara bertransaksi dan bermedia sosial," ujar Kiai Cholil.


Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menjelaskan bahwa prinsip halal harus selaras dengan konsep thayyiib, yaitu produk atau aktivitas yang baik, aman, sehat, berkualitas, serta membawa kemaslahatan. 


Ulama kelahiran Madura, Jawa Timur ini menilai pelajar dan Gen Z hari ini memiliki peran strategis bukan hanya sebagai konsumen, melainkan sebagai penggerak utama ekosistem halal di era digital.


Oleh karena itu, kata Ketua Badan Pengurus DSN MUI ini, penyampaian literasi dan edukasi halal kepada dunia sekolah harus dikemas secara kreatif, modern, dan relevan dengan bahasa anak muda. Salah satu langkah konkrit yang dihadirkan MUI melalui LPPOM adalah ajang Gen Halal Championship untuk melahirkan generasi yang sadar, bangga, dan menjadikan nilai halal sebagai karakter hidup.


"Sertifikasi halal menjamin kehalalan produk, tetapi generasi sadar halal-lah yang akan menjaga dan mengembangkan ekosistem halal Indonesia ke depan," tegasnya.


Dalam kunjungan resmi ini, Kiai Cholil didampingi Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H Misbahul Ulum, Ketua MUI Bidang Halal KH Masyhuril Khamis, serta Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Halal H Rofiqul Umam Ahmad.