Jakarta, MCNID.net--Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, resmi meluncurkan 10 buku karya tulisnya pada Jumat (7/8/2026). Momentum peluncuran buku tersebut dimanfaatkan Bahlil untuk mengenang jasa besar sang ibu serta perjalanan masa mudanya yang penuh perjuangan.


Di hadapan para tamu undangan, Bahlil menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa malu atau minder dibesarkan oleh seorang ibu yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Ia menyebut nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan sang ibu menjadi fondasi utama kesuksesannya saat ini.


"Saya tidak pernah menyesal lahir dari rahim kandungan wanita yang pembantu rumah tangga. Saya tidak pernah merasa minder. Andaikan saya lahir dari kandungan wanita yang lain, belum tentu saya bisa menjadi Menteri ESDM dan menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Karena itu, makasih banyak, ya, Ma," ujar Bahlil dalam acara yang digelar di Jakarta tersebut.


Menurut Bahlil, sang ibu adalah sosok yang mengajarkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, loyalitas, kerja keras, persaudaraan, hingga sikap saling menghargai sesama.


Selain mengenang peran ibunya, Bahlil juga membagikan cerita masa remajanya ketika masih duduk di bangku SMP. Kala itu, ia harus bekerja keras menjadi kondektur angkutan kota untuk membantu perekonomian keluarga. Momen saat dimarahi sang ayah seusai pulang bekerja dari terminal justru menjadi pemicu semangatnya untuk membuktikan diri.


"Tertanam di hati saya, suatu saat saya akan memberikan jawaban yang terbaik kepada kedua orang tua saya," kenang Bahlil.


Kerja keras dan tempaan masa muda itulah yang akhirnya membawa Bahlil dipercaya mengemban berbagai posisi strategis di pemerintahan dan partai politik. Ia mengungkapkan bahwa 10 buku yang disusun sejak menjabat Kepala BKPM ini dipersembahkan secara khusus kepada almarhum ayahnya sebagai bentuk penghormatan dan bukti atas janji masa mudanya.


Acara peluncuran dan bedah buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Presiden Prabowo Subianto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.