Jakarta, MCNID.net--Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa kejayaan dan perkembangan peradaban Islam di masa lampau tidak hanya dibangun di atas fondasi ibadah ritual saja.
Lebih dari itu, lanjutnya, Islam besar karena penguasaan ilmu pengetahuan, sains, metodologi keilmuan, serta peran aktif para ulama dalam membangun peradaban global.
Kiai Said mencontohkan bagaimana figur-figur besar di balik ilmu-ilmu keislaman klasik sebagian besar bukanlah dari bangsa Arab, melainkan dari kalangan non-Arab (Ajam) seperti Persia, Afghanistan, dan wilayah Asia Tengah lainnya.
Dia menyebutkan nama-nama besar seperti Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, hingga penemu ilmu hadis Syihabuddin Rammahurmuzi yang berasal dari Iran.
ā"Ketika Bani Abbasiyah berkuasa, mulailah sesungguhnya peradaban Islam dan tsaqafah Islamiyah berkembang pesat. 95 persen ulama besar bukan orang Arab. Mereka merebut tsaqafah, menguasai bahasa Arab sebagai bahasa diplomasi dan ilmu pengetahuan, serta melahirkan metodologi ilmiah yang luar biasa," ujar Kiai Said dalam Standardisasi Dai Angkatan ke-51 yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Universitas Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).
Kiai Said mencontohkan bagaimana Abu Ubaid Qasim bin Salam tidak hanya menggagas ilmu tajwid, tetapi juga menulis karya besar di bidang ekonomi Islam, Kitabul Amwal. Begitu pula dengan penyempurna tulisan Alquran, penyusun ilmu nahwu, hingga para perumus metode kritik sanad hadis yang menjadi tonggak objektivitas ilmiah pertama dalam sejarah peradaban manusia.
Menurut Kiai Said, peran seorang dai masa kini tidak boleh terjebak pada simbol-simbol ritual atau kebiasaan seremonial semata. Alquran, kata dia, menuntut umat Islam untuk mengambil peran yang lebih luas dan komprehensif, mulai dari peran agama, peradaban, budaya, sosial, hingga kemanusiaan secara universal.
ā"Jadi, agama itu bukan hanya takbir atau sekadar ritual di masjid. Peran yang dituntut oleh Alquran kepada umat Islam adalah peran agama, peradaban, budaya, sosial, dan kemanusiaan," tegasnya.
Kiai Said berpesan kepada para dai agar senantiasa meningkatkan kapasitas intelektual, memahami metodologi berpikir yang benar, serta mampu menghadirkan dakwah yang moderat (wasathiyah).
Kiai Said menegaskan bahwa dai tidak hanya pandai berorasi, melainkan juga memiliki wawasan sains, penguasaan sejarah peradaban, serta kedalaman ilmu agama agar umat Islam mampu berperan aktif menjawab tantangan zaman secara konstruktif dan mencerahkan.
Kiai Said Aqil Siradj: Islam Berkembang Lewat Sains, Bukan Hanya Ritual Ibadah
š
02 November 2026āļø SadamBerita



