Jakarta, MCNID.net--Anggota Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, KH M Cholil Nafis, menekankan pentingnya hubungan sinergis antara Senat dan Rektor dalam membawa universitas menuju kemajuan. Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, pada Senin (24/8/2026).
Pernyataan ini bertepatan dengan pelaksanaan agenda pemilihan Ketua dan Sekretaris Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Cholil turut berpartisipasi memberikan hak suaranya sekaligus menjadi saksi dalam proses penghitungan suara.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menjelaskan bahwa Senat dan Rektor memiliki peran yang saling melengkapi sebagai partner strategis. Rais Syuriah PBNU ini menekankan peran Rektor bertindak sebagai pemimpin yang mengoperasikan dan mengeksekusi berbagai kebijakan, sedangkan Senat berperan memberikan pertimbangan, menjaga kualitas akademik, serta mengawal arah keilmuan dan nilai-nilai dasar universitas.
"Kemitraan bukan berarti selalu setuju, dan independensi bukan berarti selalu berseberangan," tulis Kiai Cholil.
Wakil Ketua Umum MUI ini menekankan bahwa Senat harus mampu memosisikan diri sebagai mitra yang kritis namun tetap konstruktif. Artinya, Senat wajib mendukung kebijakan kepemimpinan yang baik, memberikan masukan objektif saat dibutuhkan, serta terus menjaga marwah akademik institusi.
Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini menyampaikan bahwa kepemimpinan Senat memerlukan integritas, keluasan ilmu, kebijaksanaan, dan kemampuan membangun sinergi.
Menurutnya, tujuan utama dari kepemimpinan Senat bukanlah untuk memenangkan kepentingan kelompok tertentu, melainkan bermitra dengan Rektor demi menghadirkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang unggul, berintegritas, dan berkemajuan.



