Depok, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengingatkan bahwa amal saleh dan kebaikan merupakan satu-satunya "tabungan" utama yang akan memberikan kebahagiaan hakiki bagi manusia di akhirat setelah kehidupan dunia berakhir.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Cholil saat mengisi pengajian rutinan Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Mau’idzotul Mu’minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).

Kiai Cholil mengingatkan bahwa proses penuaan dan kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Ketika jasad telah beristirahat di dalam tanah, seluruh urusan dan pencapaian materi duniawi akan terputus, meninggalkan bekal spiritual yang telah ditanam selama hidup.

"Setiap jiwa akan mati. Itu peringatan paling dekat bahwa kita akan menua dan ditelan tanah. Semua akan habis, yang tinggal hanya amal baiknya. Kalau punya amal baik, jiwanya di akhirat kelak akan bahagia," tegas Kiai Cholil.

Wakil Ketua Umum MUI ini mengibaratkan dunia sebagai mazra’atul akhirah atau tempat bercocok tanam, di mana hasilnya baru akan dipanen setelah kematian. Kiai Cholil mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada pandangan jangka pendek yang menempatkan kekayaan materi atau kepemilikan rumah sebagai tujuan utama hidup.

"Tujuan utama adalah kebahagiaan amal yang diterima di hadapan Allah. Syarat utamanya jangan sampai menyekutukan Allah, dan yakin apa yang kita lakukan dalam zikir dan doa diterima karena kita ikhlas," tuturnya.

Selain amal kebaikan pribadi, Kiai Cholil juga menyoroti pentingnya menyiapkan investasi akhirat melalui pendidikan anak. Menurutnya, anak soleh yang rajin berzikir, mengaji, dan menghafal Alquran adalah bentuk tabungan berkelanjutan yang tak akan terputus.

"Punya anak ngaji, anak yang zikir, ada anak di pesantren hafal Qur'an, itu nanti yang ngirim doa setiap saat buat orang tuanya. Itu tabungannya," kata Kiai Cholil.