Jakarta, MCNID.net--Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengajak jamaah haji meluruskan niat dan menjadikan nilai-nilai Surah Al-Fatihah sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah haji hingga kehidupan pascahaji. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Manasik Akbar Jamaah Haji 1448 H di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026).
Dalam materi bertajuk “Berbekal Surah Al-Fatihah: Bekal Dunia Akhirat untuk Haji dan Pascahaji”, Puji mengingatkan bahwa ibadah haji harus diawali dengan niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena tujuan atau kepentingan lainnya.
“Kita berangkat haji karena Gusti Allah, bukan karena yang lain-lainnya. Oleh karena itu, luruskan niat kita, ikhlaskan hati, dan jalani seluruh rangkaian ibadah dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita hanya fokus pada keberangkatan dan pelaksanaan ibadahnya, tetapi lupa mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah pulang nanti,” pesan Puji.
Ia juga menjelaskan, tujuh ayat dalam Surah Al-Fatihah mengandung nilai-nilai yang dapat menjadi pedoman bagi jamaah dalam mempersiapkan diri, menjalankan ibadah, dan menjalani kehidupan setelah haji. Nilai tersebut mencakup pelurusan niat, menjaga kesehatan, kepedulian terhadap sesama, pemahaman terhadap prioritas ibadah, penguatan ilmu dan kemandirian, serta menjaga ketertiban selama perjalanan.
Menurutnya, pembelajaran dari Surah Al-Fatihah tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Jamaah juga diharapkan mampu menjaga istiqamah dalam beramal dan menerapkan nilai-nilai kebaikan setelah kembali ke Tanah Air.
Melalui pembekalan ini, Puji berharap jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan kesiapan yang menyeluruh, baik secara spiritual maupun fisik, sekaligus membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah kembali ke Tanah Air, jamaah tidak hanya membawa predikat haji, tetapi juga mampu menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih baik, semakin peduli kepada sesama, dan istiqamah dalam beribadah. Itulah bekal yang sesungguhnya, agar nilai-nilai ibadah haji terus hidup dalam kehidupan sehari-hari,” kata Puji.



