Depok, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa menilai maraknya figur yang bermunculan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU sebagai indikator positif.
Menurutnya, banyaknya nama yang meramaikan arena jelang Muktamar Ke-35 NU menjadi bukti nyata bahwa proses kaderisasi di tubuh Nahdlatul Ulama berjalan dengan hidup dan dinamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Zulfa di sela-sela menghadiri forum Bahtsul Masail Pra-Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).
"Banyaknya nama-nama yang muncul menunjukkan bahwa kaderisasi di NU berarti hidup, ya. Banyak orang yang siap untuk berkhidmat di Nahdlatul Ulama," ujar Kiai Zulfa merespons dinamika bursa kepemimpinan PBNU.
Ia mengamati bahwa figur-figur yang namanya mulai diperbincangkan publik datang dari berbagai latar belakang. Tidak hanya tokoh-tokoh dari tingkat pusat, melainkan juga kader dari daerah hingga unsur-unsur yang selama ini belum terbiasa berada di jajaran kepengurusan struktural PBNU. Menurutnya, keterbukaan tersebut merupakan hal yang wajar dan konstitusional dalam tradisi berdemokrasi di NU.
"Ada yang datang dari mana pun, dari daerah, bahkan dari unsur yang selama ini belum begitu akrab di kepengurusan NU pun nama-namanya sudah mulai muncul, dan itu sah-sah saja. Karena forum tertinggi NU adalah Muktamar, dan keputusan Muktamirin, dalam hal ini utusan seluruh cabang dan wilayah se-Indonesia, adalah keputusan tertinggi NU," tegasnya.
Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak akan potensi gesekan di tengah sengitnya kompetisi antarcalon, Kiai Zulfa mengungkapkan bahwa para figur yang digadang-gadang masuk dalam bursa kepemimpinan telah menjalin komunikasi intensif demi menjaga iklim organisasi tetap sejuk.
"Kami tadi malam berkumpul, ya, beberapa orang yang dianggap sebagai calon gitu. Kita ingin pastinya Muktamar ini selama fairness, tidak ada intervensi yang hebat, dan hak-hak daripada Muktamirin dan siapa pun itu dijaga, saya pikir tidak ada alasan untuk membuat keributan," jelas Kiai Zulfa.
Mengenai tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU, Kiai Zulfa menerangkan bahwa aturan main yang berlaku saat ini masih mengacu pada mekanisme pemilihan langsung oleh para utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia.



