Jakarta, MCNID.net--Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menyambut baik komitmen Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk menindaklanjuti dan mengkaji secara mendalam pembentukan Danantara Syariah.

Kiai Cholil menilai respons positif tersebut merupakan sinyal kuat untuk merealisasikan gagasan besar yang lahir dari Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) pada 24–27 Juli 2026 lalu, agar tidak berhenti sebagai wacana belaka.

"Gagasan ini telah kami sampaikan kepada Bapak Rosan Roeslani selaku Ketua MES, CEO Danantara, sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi RI. Dalam High Level Meeting kemarin, beliau menyatakan akan menindaklanjuti gagasan ini melalui pembicaraan yang lebih mendalam dan kajian khusus mengenai pembentukan Danantara Syariah," ujar Kiai Cholil dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Wakil Ketua Umum MUI ini berharap komitmen tersebut dapat segera ditransformasikan menjadi desain kelembagaan yang konkret demi mengonversi potensi besar umat Islam menjadi kekuatan ekonomi riil nasional.

Kiai Cholil menerangkan bahwa pembentukan Danantara Syariah sangat mendesak untuk menyelesaikan paradoks ekonomi di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, potensi ekonomi syariah Indonesia dinilai belum terintegrasi secara optimal menjadi kekuatan ekonomi yang sebanding.

"Kita masih lebih banyak menjadi konsumen produk halal daripada produsen dan pemilik rantai nilai halal. Bahkan produk halal yang berkembang belum selalu dibiayai oleh keuangan syariah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini. 

Melalui keberadaan Danantara Syariah sebagai bagian dari super holding Danantara, fokus utama akan diarahkan pada penguatan asset management dan investment management berbasis syariah.

"Prinsipnya sederhana: keuangan syariah tidak boleh hanya berputar di sektor finansial, tetapi harus terhubung dengan sektor riil, memiliki underlying asset yang jelas, dan mendorong produksi serta investasi umat. Dengan begitu, halal tidak berhenti sebagai label konsumsi, melainkan menjadi ekosistem produksi, pembiayaan, investasi, dan kemandirian ekonomi umat," tegas Kiai Cholil.

Pembahasan pembentukan Danantara Syariah ini mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut membahas mengenai peningkatan peringkat State of the Global Islamic Economy (SGIE) dan inklusi keuangan syariah, peningkatan kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB, serta penguatan ekosistem syariah melalui pemberdayaan ekonomi masjid.

Hadir dalam acara ini, antara lain, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roaslani, Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) MES yang juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua I PP MES yang juga Menteri PANRB Rini Widyanti, Bendahara Umum PP MES yang juga Direktur Utama BRI Hary Gunardi, Sekretaris Jenderal PP MES Ari Permana, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Direktur Eksekutif KNEKS KH Sholahuddin Al Aiyub, dan Wakil Ketua Badan Pengurus DSN MUI Prof KH Asrorun Niam Sholeh.