Jakarta, MCNID.net--Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan anggaran sebesar Rp14 miliar serta mengerahkan armada udara dan laut untuk mempercepat penanganan tanggap darurat bagi para penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemensos menyatakan bahwa upaya ini untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar korban bencana, terutama di wilayah terpencil, dapat terpenuhi dengan cepat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa bantuan anggaran tersebut dialokasikan untuk stok penyangga (buffer stock) logistik dan penyediaan sarana pengungsian, mulai dari makanan anak, tenda keluarga, kasur, selimut, hingga peralatan penerangan darurat.
"Yang paling dibutuhkan di sana sekarang ini adalah kebutuhan-kebutuhan tanggap darurat, semua kita akan cukupi. Tim psikososial Kemensos pusat juga sudah berangkat hari ini," ujar Agus Jabo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Selain dukungan anggaran, Kemensos bersama BNPB juga mengerahkan helikopter dan kapal feri untuk menembus kawasan terisolasi. Langkah mobilitas ekstrem ini diambil mengingat kondisi geografis NTT yang kepulauan dan terpisah dari ibu kota, seperti di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Untuk menopang kebutuhan harian para korban, Kemensos mengoperasikan tujuh dapur umum yang tersebar di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada. Dapur umum di Sikka sendiri mampu memproduksi hingga 4.500 bungkus makanan per hari, disusul Manggarai sebanyak 3.000 bungkus, dan Nagekeo 2.000 bungkus per hari.
Pengerahan bantuan ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan di tiga sektor krusial, yakni pemenuhan logistik dasar, pembukaan akses jalan dan jembatan yang tertutup longsor, serta pemulihan jaringan listrik dan komunikasi.



