Jakarta, MCNID.net -- Sebuah kapal tanker yang diduga milik Amerika Serikat terkena proyektil misterius di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini dikabarkan oleh Lembaga Maritim Inggris pada Senin (4/5/2026).
Kejadian ini juga menyusul kabar Amerika Serikat yang akan mengawal kapal-kapal yang diblokade di Selat Hormuz. Insiden penghantaman kapal tanker tersebut terjadi 78 mil laut di utara kota Fujairah.
Dilansir Arabnews, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengungkapkan semua awak kapal tersebut selamat. Di tengah penyelidikan, mereka meminta kapal-kapal untuk berhati-hati transit di wilayah tersebut.
Laporan tersebut muncul ketika AS dan Iran masih mengalami kebuntuan dalam perundingan perdamaian sejak gencatan senjata di Timur Tengah mulai berlaku pada 8 April.
Iran terus mempertahankan cengkeramannya di Selat Hormuz yang strategis, dan Amerika Serikat sebagai balasannya menerapkan blokade laut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Ahad (3/5/3026) bahwa AS akan mulai mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut mulai hari Senin.
Komando Pusat AS mengatakan pihaknya akan menggunakan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15 ribu anggota militer dalam upaya tersebut.
Pada tanggal 29 April, lebih dari 900 kapal komersial berada di Teluk, menurut perusahaan intelijen maritim AXSMarine. Terdapat lebih dari 1.100 orang pada awal konflik. (Saddam, ed: Sagara)



