Jakarta, MCNID.net--Dedikasi dan loyalitas ditunjukkan oleh Makhsun Arif Hidayat (56), seorang kader senior Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. 


Pria yang akrab disapa Ndan Arif ini nekat menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan mengayuh sepeda selama 14 hari melintasi Pulau Sumatera hingga Jawa demi menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.


Persiapan fisik dan mental telah dilakukannya sejak lima bulan sebelum Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, resmi ditunjuk sebagai lokasi muktamar. 


Ndan Arif mengungkapkan bahwa aksi gowes lintas pulau ini merupakan nazar pribadi sekaligus wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan yang dikaruniakan kepadanya.


Sepanjang perjalanan menembus rute ribuan kilometer, pria kelahiran Majenang, Kabupaten Cilacap ini mengaku tak pernah merasa berjuang sendirian. Jajaran kader dan pengurus NU dari berbagai tingkatan, mulai dari PWNU, PCNU, hingga MWC NU, menyambutnya hangat di setiap titik transit. Saat melintasi wilayah Lampung, ia dikawal oleh kader PW GP Ansor setempat, lalu disambut serta dilepas secara resmi oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin di Jakarta.


"Ketika sahabat-sahabat Ansor dan Banser menyambut di jalan, saya merasa seperti mendapat tambahan tenaga. Padahal secara fisik tentu sudah capek," kata Ndan Arif dikutip dari laman resmi Muktamar, Ahad (23/8/2026). 


Perjuangan tersebut membuahkan hasil saat roda sepedanya tiba di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Rabu (19/8/2026). Kedatangannya disambut langsung oleh cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah, yaitu Gus Ahmad Silahuddin Asya'ari (Gus Adi) dan Gus Heru, bersama jajaran Banser setempat.


Setibanya di lokasi, Ndan Arif tak kuasa menahan haru saat mengenang perjuangan pahlawan nasional Mbah Wahab Chasbullah. Usai menuntaskan aksi panjangnya, ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berjalan dengan sejuk, damai, serta melahirkan barisan kepemimpinan PBNU yang terus istiqamah mengayomi warga Nahdliyin hingga ke tingkat akar rumput.