Jakarta, MCNID.net--Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menilai perubahan dan perluasan cakupan data survei menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah pada tahun 2026.
Amalia menjelaskan bahwa pengambilan data pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun ini dilakukan dengan jangkauan wilayah yang jauh lebih luas dan komprehensif, yakni mencakup hingga ke tingkat provinsi. Hal ini berbeda dengan penyelenggaraan survei pada tahun-tahun sebelumnya yang mendasarkan pengumpulan datanya hanya pada skala nasional.
”Mungkin kita lihat coverage-nya (data), karena mungkin waktu itu kan levelnya masih nasional. Sekarang kan kita sudah lebih komprehensif sampai tingkat provinsi. Cakupan daerahnya kelihatannya ya,” kata Amalia saat memberikan keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan hasil pemutakhiran SNLIK 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat berada di angka 43,07 persen. Angka tersebut mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang berada pada level 43,42 persen.
Kondisi serupa juga terlihat pada indeks inklusi keuangan syariah nasional yang tercatat sebesar 13,24 persen pada 2026, turun dari capaian tahun sebelumnya yang berada di posisi 13,41 persen.
Meskipun dinamika data menunjukkan tren penurunan pada sektor syariah, Amalia menekankan pentingnya melakukan penelaahan serta kajian data yang lebih dalam untuk membedah variabel spesifik yang menjadi pemicunya secara objektif.
“Nanti perlu kita bedah supaya apple to apple gitu ya,” jelas Amalia.
Di sisi lain, potret indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara umum justru menunjukkan tren positif. SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat secara nasional naik menjadi 69,57 persen, bertambah 2,93 poin persentase dari posisi 66,64 persen pada 2025.
Sementara itu, tingkat inklusi keuangan nasional melonjak hingga mencapai 93,61 persen, naik 0,87 poin persentase dibandingkan periode tahun lalu yang berada di angka 92,74 persen.



