Jombang, MCNID.net--Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan tidak akan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU. Ia memilih untuk tetap berfokus mengemban amanah memimpin Kementerian Agama dan membantu jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan tersebut disampaikan Menag di Jombang pada Kamis (27/8/2026), menjelang agenda Krusial pemilihan Ketum PBNU yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (29/8/2026) malam.
"Saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan. Maka yang terbaik buat saya... lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama, tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama," ujar Nasaruddin dalam keterangannya.
Meskipun menerima banyak gelombang dukungan dari berbagai kalangan daerah dan sahabat untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, Nasaruddin memilih mengalihkan perhatian penuhnya pada pembinaan kerukunan serta kehidupan beragama nasional.
Menag pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang berharap dirinya masuk ke gelanggang suksesi PBNU. Menag menutup penystatement-nya dengan mendoakan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar serta melahirkan keputusan terbaik bagi warga Nahdliyyin dan bangsa Indonesia.



