Jakarta, MCNID.net - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini tercermin dari masuknya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Pengembangan tersebut juga telah menjadi bagian dari perencanaan pembangunan di tingkat daerah.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada Closing Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Ahad (18/10/2026).
Menurut Solikin, hal itu menunjukkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu pilar strategis dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing.
ISEF 2026 mengusung tema Akselerasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital. Semangat itu diterjemahkan melalui berbagai rangkaian kegiatan selama lima hari penyelenggaraan ISEF.
Solikin menjelaskan, pada hari pertama dan kedua, rangkaian ISEF diawali dengan pembangunan ekosistem (building ecosystem) untuk memperkuat fondasi ekosistem halal, termasuk sektor pangan halal, modernisasi, serta keuangan syariah.
"Selanjutnya, penguatan gagasan dan kepemimpinan dilakukan melalui berbagai forum bisnis dan forum sinergi yang mempertemukan pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah," jelasnya.
Memasuki hari ketiga dan keempat, rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan industri halal. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan pariwisata ramah Muslim, pemberdayaan komunitas perempuan, serta perluasan akses pemberdayaan dan perdagangan melalui berbagai kesepakatan bisnis (business deals).
Selain itu, generasi muda juga menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan ISEF 2026. Keterlibatan generasi muda dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun masa depan masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat keberlanjutan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.



