Jakarta, MCNID.net--Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026), diwarnai momen penuh kekhidmatan. Memimpin pembacaan doa, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, memanjatkan harapan besar agar pengembangan ekonomi syariah di Indonesia mampu melahirkan keadilan sosial dan keberkahan bagi seluruh rakyat.
Dalam bait doanya, Kiai Cholil menegaskan bahwa ISEF 2026 harus menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama, integrasi, dan inovasi antar pemangku kepentingan. Menurutnya, fondasi ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada capaian angka pertumbuhan, melainkan juga pada terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
"Jadikanlah kegiatan ini sebagai momentum tumbuhnya kebaikan dan keberkahan di tiap awal penguatan kerja sama, integrasi, dan inovasi, serta jalan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial," kata Kiai Cholil.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat tersebut juga memohon petunjuk agar prinsip-prinsip syariah senantiasa menjadi kompas moral dan fondasi utama dalam memajukan perekonomian nasional.
Kiai Cholil berharap sistem ekonomi syariah mampu menyatukan kemajuan teknologi modern dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
"Bimbinglah kami dalam membangun ekonomi syariah yang memadukan keabsahan transaksi dengan kekuatan produksi, integritas dengan inovasi, serta kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Jadikanlah prinsip-prinsip syariah sebagai ukuran keadilan, fondasi kepercayaan, dan sumber rahmat serta kemaslahatan," lanjutnya.
Ketua Badan Pengurus Harian DSN MUI pun menambahkan pentingnya memandang kekayaan sebagai amanah dan pertumbuhan ekonomi sebagai sarana menebar kebaikan. "Jadikanlah kekayaan sebagai amanah, pekerjaan sebagai ibadah, serta pertumbuhan ekonomi sebagai pertumbuhan yang disertai keadilan dan keberkahan," tegasnya.
Acara pembukaan ajang ekonomi syariah terbesar di Indonesia ini di antaranya dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajat Hari Wibowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan.



