Jakarta, MCNID.net--Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, mengatakan bahwa reputasi sebuah lembaga tidak lahir dari sekadar narasi komunikasi yang baik, melainkan dibentuk melalui konsistensi layanan, kompetensi, dan integritas yang dirasakan langsung oleh publik secara berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikannya merespons keberhasilan LPPOM memboyong penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Corporate Reputation untuk sektor Non-Governmental Organization (NGO) di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026).


"Reputasi tidak cukup dibangun melalui narasi yang baik. Narasi harus didukung oleh apa yang benar-benar dilakukan dan dirasakan oleh publik. Karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi yang transparan dan edukatif, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas," ujar Muti.


Muti menjelaskan bahwa reputasi yang solid merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh insan LPPOM dalam menjaga standar pemeriksaan halal, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, serta memberikan respon dan solusi yang tepat bagi para pelaku usaha. Menurutnya, setiap interaksi yang terbangun antara LPPOM dan masyarakat memberikan kontribusi langsung terhadap persepsi serta tingkat kepercayaan publik.


Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan merupakan aset vital bagi LPPOM sebagai Lembaga Pemeriksa Halal. Oleh sebab itu, capaian penghargaan dari The Iconomics Media dan Axia Research ini menjadi pengingat penting agar seluruh jajaran LPPOM terus menjaga integritas dan komitmen dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia secara profesional serta berorientasi pada kemajuan bersama.