Jakarta, MCNID.net--Komitmen Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia melalui transparansi dan kualitas layanan mendapat pengakuan luas dari masyarakat. 


Pengakuan publik tersebut terbukti lewat keberhasilan LPPOM memboyong penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Corporate Reputation untuk sektor Non-Governmental Organization (NGO).


Penghargaan yang diselenggarakan oleh The Iconomics Media bekerja sama dengan Axia Research ini didasarkan pada hasil riset daring independen yang melibatkan ribuan responden. Pengakuan ini cerminan dari persepsi nyata masyarakat dan pelaku usaha yang merasakan langsung transparansi serta profesionalisme layanan LPPOM.


Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menyampaikan bahwa komunikasi dan transparansi layanan merupakan kunci utama dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan produk halal di Tanah Air.


“Bagi LPPOM, komunikasi tidak berhenti pada aktivitas menyampaikan informasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman, memperkuat transparansi, serta memastikan publik memahami peran dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal Indonesia,” ujar Muti saat menerima penghargaan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (6/8/2026).


Muti menekankan bahwa keterbukaan informasi, kemudahan akses layanan audit halal, hingga kejelasan proses edukasi yang dihadirkan LPPOM secara konsisten berhasil menciptakan fondasi kepercayaan yang kuat antara lembaga, pelaku usaha, dan konsumen.


Dengan adanya pengakuan publik ini, LPPOM berkomitmen untuk tidak berpuas diri. Lembaga ini menjadikan penghargaan IPRA 2026 sebagai pendorong untuk terus berinovasi, meningkatkan transparansi operasional, serta memperluas kontribusi nyata dalam menjaga integritas ekosistem halal nasional yang kredibel dan inklusif.