Jombang, MCNID.net--Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akbar warga Nahdliyin, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.


Panitia penyelenggara melibatkan sedikitnya 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk mendukung pasokan konsumsi para peserta resmi atau muktamirin.


Keterlibatan UMKM lokal ini menjadi bagian dari strategi dapur utama untuk memastikan kebutuhan makan puluhan ribu peserta tercukupi dengan baik selama kegiatan berlangsung. 


Koordinator Bidang Konsumsi, Lailatun Ni'mah atau Ning Eli, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat Jombang dan sekitarnya di tengah gelaran acara bertaraf nasional tersebut.


"Kami melibatkan 20 UMKM lokal untuk menyuplai kebutuhan konsumsi para muktamirin," ujar Ning Eli, Sabtu (29/8/2026). 


Selain menyokong konsumsi peserta resmi melalui kemitraan UMKM, panitia beserta warga setempat juga mendirikan dapur umum swadaya berbasis gotong royong. 


Dapur swadaya ini difokuskan untuk melayani para muhibbin atau penggembira yang datang dari berbagai daerah dengan menyediakan hingga 7.000 porsi nasi gratis setiap hari.


Sinergi antara pemberdayaan UMKM lokal dan aksi gotong royong warga ini mempertegas komitmen Muktamar ke-35 NU dalam menghadirkan pelayanan terbaik, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat tuan rumah.