Jakarta, MCNID.net--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mendistribusikan sebanyak 148 ribu liter air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau.
"BPBD setempat telah mendistribusikan sekitar 148.000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Abdul menjelaskan, minimnya intensitas curah hujan dalam jangka waktu yang cukup panjang telah menyebabkan sumber-sumber air milik warga mengering. Dampak penurunan pasokan air bersih ini dilaporkan mulai dirasakan warga secara signifikan sejak Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan pendataan sementara dari Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, akumulasi jumlah warga yang terdampak langsung krisis air bersih di Kabupaten Bandung Barat diperkirakan mencapai 25.830 jiwa atau sebanyak 7.980 Kepala Keluarga (KK).
BNPB memastikan akan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menangani dampak kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino. Langkah antisipasi dan distribusi bantuan air bersih akan berlanjut mengingat kondisi kemarau diprakirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan mendatang.



