Jombang, MCNID.net--Antusiasme puluhan ribu muhibbin yang memadati kawasan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, disambut hangat oleh warga lokal.
Melalui aksi gotong royong dan kepedulian swadaya, warga mendirikan dapur umum yang menyiapkan 7.000 porsi nasi gratis setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengunjung dari berbagai daerah.
Koordinator Bidang Konsumsi, Lailatun Ni'mah (Ning Eli), menjelaskan bahwa pembagian makanan gratis ini dibagi menjadi dua tahap setiap hari untuk mengantisipasi kepadatan massa dan menjaga kualitas santapan. Pembagian shift pertama dilakukan pukul 11.00 WIB sebanyak 3.500 bungkus, disusul shift kedua pada pukul 17.00 WIB dengan jumlah yang sama.
"Seluruh operasional dapur umum mengandalkan semangat kebersamaan warga Nahdliyin. Bahan makanan berasal murni dari sumbangan donatur, alumni pesantren, hingga wali santri di Jombang dan sekitarnya," ujar Ning Eli, Sabtu (29/8/2026).
Mengenai sajian, menu masakan dibuat bervariasi setiap hari dengan hidangan olahan daging sebagai menu utama. Kehadiran menu istimewa ini tak lepas dari bantuan pasokan tujuh ekor sapi yang disumbangkan oleh para alumni pesantren.
Kelancaran operasional dapur umum ini digerakkan oleh puluhan relawan lintas badan otonom (Banom) NU, mulai dari GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, hingga personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Sejak pagi, para relawan bahu-membahu membagi tugas dari menyiapkan bahan, memotong daging, meracik bumbu dalam kawah besar, hingga membungkus dan membagikan paket nasi secara tertib.
Bagi Ning Eli, dapur umum swadaya ini bukan sekadar tempat membagikan makanan gratis, melainkan simbol nyata puji dan pelayanan hangat warga Jombang kepada para tamu NU. Selain melayani muhibbin, pihak panitia juga memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan sedikitnya 20 pelaku UMKM untuk menyuplai konsumsi bagi para peserta resmi (muktamirin) Muktamar ke-35 NU.



