Fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi akan berlangsung pada 25–30 Mei 2026, dengan wukuf di Arafah ditetapkan pada Selasa, 26 Mei. Penetapan itu sejalan dengan pengumuman Mahkamah Agung Arab Saudi bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga Hari Arafah berlangsung pada 26 Mei dan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei.

Bagi jemaah Indonesia, jadwal tersebut menjadi titik paling krusial dalam rangkaian perjalanan haji tahun ini. Dokumen resmi Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025 menetapkan pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah pada 25 Mei, wukuf pada 26 Mei, Idul Adha pada 27 Mei, lalu rangkaian hari tasyrik hingga 30 Mei. Jadwal perjalanan itu disusun dengan mengacu pada kalender Ummul Quro Arab Saudi.

Armuzna—akronim dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina—merupakan fase inti haji. Di Arafah, jemaah melaksanakan wukuf, ritual yang menjadi puncak ibadah haji. Setelah matahari terbenam, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan rangkaian melontar jumrah di Mina. Panduan ritual haji Nusuk juga menempatkan Arafah sebagai puncak haji pada 9 Dzulhijjah, diikuti rangkaian Muzdalifah dan Mina.

Untuk Indonesia, fase ini melibatkan kontingen besar. Pemerintah menetapkan kuota haji reguler 2026 sebanyak 203.320 orang, terdiri atas 191.419 jemaah tahun berjalan, 10.166 prioritas lanjut usia, 685 pembimbing KBIHU, dan 1.050 petugas haji daerah.


Jadwal Puncak Armuzna Haji 2026

Tanggal Masehi
Hijriah
Agenda utama
25 Mei 2026
8 Dzulhijjah 1447 H
Pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah
26 Mei 2026
9 Dzulhijjah 1447 H
Wukuf di Arafah
27 Mei 2026
10 Dzulhijjah 1447 H
Idul Adha, lempar jumrah aqabah, tahalul, dan rangkaian ibadah lanjutan
28 Mei 2026
11 Dzulhijjah 1447 H
Hari Tasyrik I
29 Mei 2026
12 Dzulhijjah 1447 H
Hari Tasyrik II, nafar awal
30 Mei 2026
13 Dzulhijjah 1447 H
Hari Tasyrik III, nafar tsani


Perjalanan Jemaah Indonesia: Dari Asrama hingga Pemulangan

Rangkaian operasional haji Indonesia dimulai jauh sebelum Armuzna. Jemaah dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026. Pemberangkatan gelombang pertama dari Indonesia ke Madinah dimulai 22 April, sementara gelombang kedua diberangkatkan dari Indonesia ke Jeddah mulai 7 Mei. Batas akhir kedatangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah ditetapkan 21 Mei pukul 24.00 waktu Arab Saudi.

Setelah fase puncak selesai, pemulangan gelombang pertama dimulai pada 1 Juni 2026 dari Makkah melalui Jeddah menuju Tanah Air. Gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah ke Madinah pada 7 Juni, lalu pemulangan dari Madinah berlangsung mulai 16 Juni. Akhir kedatangan jemaah gelombang kedua di Indonesia dijadwalkan pada 1 Juli 2026. Masa tinggal rata-rata jemaah tercatat 38–40 hari.

Fase Armuzna selalu menjadi ujian terbesar manajemen haji: jutaan orang bergerak dalam waktu berdekatan, di ruang yang terbatas, dengan risiko kepadatan dan paparan panas. Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam panduan musim haji sebelumnya menekankan pencegahan kelelahan akibat panas, termasuk penggunaan payung, minum air secara berkala, dan menghindari paparan matahari langsung pada jam-jam terpanas.

Dengan jadwal yang kini telah terkunci setelah pengumuman awal Dzulhijjah oleh otoritas Saudi, calon jemaah Indonesia memasuki fase akhir persiapan. Disiplin mengikuti jadwal kloter, menjaga kondisi fisik, dan mematuhi instruksi petugas menjadi faktor kunci agar rangkaian Arafah, Muzdalifah, dan Mina berjalan aman, tertib, dan khusyuk.