Jombang, MCNID.net--Bagi warga Nahdliyin, menghadiri momen Muktamar Nahdlatul Ulama bukan sekadar agenda berorganisasi, melainkan ruang spiritual untuk meneladani perjuangan para pendiri NU. Semangat ini dirasakan betul oleh Sri Rahayu Retnowati, pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PCNU Kebumen, Jawa Tengah, saat melakukan ziarah ke makam KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).


Perempuan yang akrab disapa Yayu ini mengungkapkan rasa kagumnya yang mendalam terhadap sosok KH Bisri Syansuri. Di tengah dinamika zaman dan beragam tantangan perjuangan Islam pada masanya, Kiai Bisri dinilai sebagai figur ulama yang kokoh dan tidak pernah ragu menunjukkan komitmen kepemimpinannya.


"Secara pribadi kagum kepada beliau. Di tengah masyarakat yang waktu itu kepedulian terhadap perjuangan Islamnya mungkin masih diragukan, beliau tetap bersemangat untuk berdiri tegak lurus dengan bendera NU-nya," ujar Yayu kepada MCNID.


Keteguhan dan keteladanan KH Bisri Syansuri dalam mempertahankan panji-panji NU tersebut menjadi pelecut semangat bagi Yayu dan rombongan warga Nahdliyin asal Kabupaten Kebumen. Di sela-sela kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Yayu rela mengambil hak cutinya demi bisa hadir langsung di arena Muktamar sekaligus bertakziah ke makam tokoh ulama yang dibanggakan Nahdliyin tersebut.


Perjalanan spiritual ini dilakukan bersama rombongan besar warga Nahdliyin Kebumen. Berangkat menggunakan bus sejak Rabu malam dari kantor PCNU Kabupaten Kebumen, rombongan menyempatkan diri berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng sebelum melanjutkan agenda ziarah ke makam KH Bisri Syansuri dan menghadiri rangkaian kegiatan Muktamar NU.


Bagi Yayu, prinsip 'ngiras-ngirus' menghadiri Muktamar sekaligus bersilaturahmi dan berziarah menjadi momentum penting untuk menyerap energi perjuangan para masayikh. Sikap istikamah KH Bisri Syansuri dalam mengibarkan bendera NU diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda Nahdliyin dalam merawat banjom dan mengabdi kepada umat.