Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution meyakini penerapan seluruh aspek sistem syariah secara menyeluruh akan membuat ekosistem keuangan nasional tumbuh dengan aman.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (Eksis) 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Farid menilai Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia memiliki potensi raksasa yang perlu digarap secara maksimal. Saat ini, perbankan syariah Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia, menandakan masih luasnya ruang pertumbuhan yang belum tersentuh.
Demi menjaga nilai keuangan dan meningkatkan rasa aman masyarakat, LPS telah melakukan pemisahan pengelolaan antara sistem konvensional dan syariah sejak 2025. LPS juga menjamin seluruh dana nasabah perbankan syariah maupun konvensional memiliki nilai yang setara.
"Kalau semua aspek syariah dijalankan, Pak Dicky Kartikoyono (dari OJK) tidak kerja, karena sudah aman," kata Farid.
Farid menekankan bahwa Indonesia yang memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia ini memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi maupun sistem keuangan syariah.
Untuk itu, Farid menegaskan bahwa potensi yang ada harus digarap secara maksimal agar tidak hanya menjadi potensi, namun bisa sebagai ekosistem baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Dari data yang ada, lanjut Farid, untuk perbankan syariah di Indonesia masih belum tergarap maksimal dan secara global menempati urutan ketujuh dunia.
"Jadi kami ini sungguh-sungguh, karena kita yakin bahwa ini adalah salah satu potensi yang harus dimaksimalkan sebaik mungkin yang pada akhirnya adalah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.



