Jakarta, MCNID.net--Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak para pelaku usaha nasional untuk berinvestasi di sektor pangan guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Menko Pangan saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Makassar, Selasa (4/8/2026).
Menurut Zulhas, sinergi ini penting agar berbagai program strategis nasional tidak sekadar berjalan sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi juga mampu menciptakan peluang investasi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing industri pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan memaparkan sejumlah program prioritas yang menawarkan ruang kolaborasi luas bagi sektor swasta. Salah satunya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Saat ini, lebih dari 30.000 KDMP telah terbentuk dan diproyeksikan menjadi simpul distribusi pangan serta penyerapan hasil produksi masyarakat.
Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP dapat rampung pada Agustus 2026 ini, sehingga siap beroperasi penuh mulai September 2026.
Selain di sektor darat, peluang investasi juga dibuka lebar pada sektor kelautan melalui pengembangan Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP). Dari target 1.386 KNMP pada tahun 2026, sebanyak 65 kawasan tahap pertama telah selesai dibangun pada April lalu. Zulhas mengundang pengusaha untuk menanamkan modalnya pada fasilitas pendukung seperti cold storage, sistem logistik, hingga pengolahan dan pemasaran produk perikanan.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan swasta dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Melalui percepatan pengembangan 33 fasilitas PSEL, pemerintah menargetkan pengurangan timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari pada 2029 sekaligus menyediakan pasokan energi alternatif yang berkelanjutan.
Zulhas berharap dunia usaha dapat menangkap berbagai peluang ini untuk memperkuat rantai nilai ekonomi nasional. "Pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha semakin kuat, sehingga program strategis nasional tidak hanya berjalan sebagai kebijakan, tetapi menjadi peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi nasional," pungkasnya.



