Jakarta, MCNID.net--Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa temuan 995 senjata api di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bukan merupakan persoalan biasa. Pensiun purnawirawan TNI berpangkat Mayjen ini meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.


Penemuan mengejutkan tersebut terungkap di sebuah ruangan tersembunyi menyerupai bunker di lingkungan sekolah swasta. Selain ratusan pucuk senjata api berbagai kaliber dan amunisi, petugas juga menemukan barang haram berupa narkotika jenis sabu dan ganja, serta kepingan VCD bermuatan pornografi.


“Kepemilikan ratusan senjata api oleh pihak sipil tidak dapat dianggap sebagai hal yang biasa. Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah yang sedikit,” tegas TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (11/8/2026).


Politisi PDI Perjuangan ini mengindikasikan adanya pelanggaran prosedur yang sangat serius dalam kepemilikan senjata api tersebut. Menurutnya, tidak masuk akal jika seorang warga sipil dapat memiliki senjata sebanyak itu secara sah menurut hukum.


Oleh sebab itu, ia mendesak kepolisian tidak berhenti hanya pada penyitaan barang bukti yang saat ini dititipkan di Polda Metro Jaya. Penyidik diminta untuk membongkar asal-usul seluruh senjata dan narkoba tersebut serta menyeret semua pihak yang terlibat ke proses hukum.


TB Hasanuddin juga meminta agar pengurus yayasan dan pihak pengelola sekolah turut dimintai keterangan secara transparan guna memastikan sejauh mana pengetahuan maupun keterlibatan mereka atas keberadaan bunker berbahaya di lingkungan pendidikan tersebut.