Jakarta, MCNID.net--Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh anggota dewan untuk menjaga etika, sikap, dan kekhidmatan selama pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada 14 Agustus 2026.


Imbauan ini disampaikan untuk memastikan agenda kenegaraan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berjalan dengan penuh kehormatan.


Puan menekankan pentingnya introspeksi diri bagi seluruh wakil rakyat agar tetap fokus dan menjaga ketertiban, khususnya saat Presiden RI menyampaikan pidato kenegaraan dan keterangan pemerintah terkait RAPBN.


"InsyaAllah nanti pada hari H, kami semua tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami, dan bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," ujar Puan saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). 


Pernyataan tersebut menjadi perhatian setelah munculnya evaluasi serta sorotan publik terhadap ekspresi sejumlah anggota DPR pada pelaksanaan sidang tahun sebelumnya. 


Puan menjelaskan bahwa dinamika pada tahun lalu terjadi secara spontan sebagai bentuk suka cita menyambut hari kemerdekaan. Namun, ia menegaskan bahwa ekspresi kegembiraan tetap harus ditempatkan sesuai dengan konteks dan waktu acara.


"Dalam menyambut hari kemerdekaan, kita tentu boleh merasa gembira karena Indonesia sudah berusia 81 tahun. Namun, saat agenda resmi berlangsung, seluruh peserta sidang harus tetap menghormati dan mengikuti rangkaian acara secara khidmat," kata legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.


Lebih lanjut, Puan mengimbau seluruh pihak untuk menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu kelancaran serta kekhidmatan jalannya sidang. 


Dengan persiapan teknis yang telah mencapai sekitar 80 persen, DPR RI bersama MPR RI dan DPD RI terus mematangkan koordinasi agar rangkaian agenda tahunan ini dapat berlangsung aman, lancar, dan sarat akan nilai-nilai kebangsaan.