Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan ekosistem UMKM yang terintegrasi. Langkah ini diwujudkan lewat kehadiran 35 Sentra UMKM, BSI UMKM Center, serta 23 Desa BSI yang tersebar di berbagai daerah untuk memfasilitasi para pelaku usaha agar mampu naik kelas, bankable, dan berdaya saing global.


Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional sekaligus pintu masuk utama pengembangan industri halal. Oleh karena itu, BSI menerapkan pendekatan end-to-end, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, sertifikasi halal, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan syariah dan digitalisasi.


"Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi masuk dalam ekosistem pemberdayaan yang membuat mereka benar-benar naik kelas. Saat UMKM berkembang, dampaknya akan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah," ujar Anggoro dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/8/2026). 


Hingga Mei 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan Ritel dan UMKM mencapai Rp54,80 triliun, tumbuh double digit 11,14 persen secara tahunan (YoY), kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha melalui KUR Syariah, Mikro, dan SME.


Untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, BSI mendirikan empat BSI UMKM Center di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Fasilitas ini telah memberikan pembinaan khusus kepada lebih dari 6.000 UMKM sebagai pusat pelatihan, konsultasi bisnis, promosi produk, hingga perluasan pasar. 


Selain itu, terdapat 35 Sentra UMKM berbasis dana zakat yang difokuskan untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik, serta 23 Desa BSI yang mengoptimalkan potensi ekonomi lokal pedesaan.


Penguatan ekosistem ini juga didukung transformasi digital melalui Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan aplikasi BYOND by BSI. Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, BSI berkomitmen terus mendorong pelaku UMKM nasional agar tumbuh secara berkelanjutan, legal, dan berdaya saing di pasar domestik maupun internasional.