Jakarta, MCNID.net--PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air. Terkini, perseroan resmi menjalin kemitraan strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah yang dikukuhkan di perhelatan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah (6–8 Agustus 2026).
Kolaboratif ini menjadi wujud nyata komitmen BSI dalam mendukung transformasi digital organisasi kemasyarakatan, memberdayakan perempuan muda, serta menggenjot tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husaini, menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk memberikan dampak berkesinambungan yang lebih luas dari sekadar layanan transaksional perbankan.
"Kemitraan strategis dengan PP Nasyiatul Aisyiyah merupakan bagian dari komitmen BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui organisasi kemasyarakatan Islam. Kami ingin menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendorong digitalisasi organisasi, pemberdayaan UMKM, serta memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi seluruh anggota," ujar Erwan, Kamis (13/8/2026).
Sinergi jangka panjang ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Senior Vice President Islamic Ecosystem BSI, Rima Dwi Permatasari, dan Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan BSI dan Ketua PP Muhammadiyah bidang organisasi, ideologi, kaderisasi, dan pembinaan angkatan muda, Agung Danarto.
Melalui kerja sama ini, BSI menyediakan ruang lingkup solusi finansial yang luas untuk memfasilitasi kebutuhan Nasyiatul Aisyiyah, di antaranya pengembangan program Langkah Emas Nasyiatul Aisyiyah Berhaji dan implementasi pembayaran digital (digital payment) dan solusi manajemen kas organisasi (cash management) agar pengelolaan keuangan lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah yang mengusung tema "Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan" ini dihadiri oleh sekitar 1.100 peserta resmi dan lebih dari 6.000 anggota dari 35 Pimpinan Wilayah (PWNA) serta 394 Pimpinan Daerah (PDNA) se-Indonesia.
Memanfaatkan momentum perhimpunan akbar tersebut, BSI langsung menerapkan ekosistem transaksi nontunai (cashless ecosystem). BSI memfasilitasi QRIS untuk sekitar 50 tenant UMKM di bazar Muktamar, menyediakan Open Booth, mempermudah pembukaan rekening digital melalui aplikasi BYOND by BSI, memobilisasi Layanan Mobil Kas Keliling, hingga memberikan edukasi literasi keuangan syariah.
"Kemitraan antara BSI dan PP Nasyiatul Aisyiyah adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem syariah yang berkelanjutan. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah yang nyata bagi organisasi dan anggotanya, sekaligus memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung pembangunan nasional," kata Erwan.



