Jakarta, MCNID.net--PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai menghimpun pasokan konsentrat tembaga dari tambang Grasberg, Papua, menuju smelter katoda tembaga di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur. 


Perusahaan memutuskan untuk mengumpulkan volume pasokan hingga mencukupi sebelum resmi menyalakan kembali tungku pembakaran (furnace) smelter.


Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan bahwa pengiriman konsentrat dari Papua telah berjalan secara bertahap. Namun, pengoperasian kembali smelter membutuhkan jumlah bahan baku yang memadai agar proses peleburan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.


“Sementara ini, konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke (smelter) Manyar. Jadi mungkin kan biar volumenya cukup dulu baru kami bakar di furnace,” ujar Tony di Jakarta, Jumat (7/8/2026).


Tony menargetkan Smelter Manyar dapat berproduksi kembali secara resmi pada September 2026 mendatang, seiring dengan terkumpulnya kuota konsentrat yang dibutuhkan.


Aliran pasokan ke Smelter Manyar sebelumnya sempat mengalami kendala akibat insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025. Peristiwa tersebut memaksa operasional tambang berjalan di bawah kapasitas normal sehingga memengaruhi pasokan konsentrat ke fasilitas pemurnian.


Saat ini, Freeport tengah melakukan pemulihan operasional tambang secara bertahap. Pada semester I 2026, kapasitas produksi tambang GBC berada di tingkat 50 persen dari kapasitas normal dan diproyeksikan meningkat hingga 65 persen pada semester II 2026.


Seiring pemulihan bertahap tersebut, Smelter Manyar diperkirakan akan mengolah sekitar 15 persen dari total konsentrat tembaga tambang GBC sepanjang tahun 2026. Kapasitas produksi tambang GBC sendiri ditargetkan terus merangkak naik hingga mencapai pemulihan total 100 persen pada akhir tahun 2027.