Jakarta, MCNID.net--PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat ekosistem transportasi terintegrasi yang menghubungkan antarkota, kawasan perkotaan, pusat ekonomi, bandara, hingga lintas daerah.
Hasilnya, sepanjang periode Januari–Juli 2026, KAI Group mencatatkan kinerja positif dengan melayani sebanyak 307.860.743 pelanggan. Angka ini tumbuh 8,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan 284.202.884 pelanggan.
Peningkatan volume penumpang tersebut terjadi secara merata di berbagai lini layanan, mulai dari KA Jarak Jauh dan Lokal KAI, KAI Commuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KA Makassar–Parepare, KAI Bandara, LRT Sumsel, hingga Kereta Cepat Whoosh yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini membuktikan semakin krusialnya peran transportasi kereta dalam menopang mobilitas harian, perjalanan bisnis, pariwisata, hingga aksesibilitas moda transportasi udara.
“Setiap layanan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika perjalanan antarkota terhubung dengan transportasi perkotaan, bandara, layanan regional, perjalanan premium, dan kereta cepat, masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai kebutuhannya. Konektivitas ini yang terus diperkuat KAI Group,” ujar Anne.
Anne menyebut KAI Commuter menjadi kontributor terbesar dengan melayani 242.932.764 pelanggan (naik 6,65%). Sementara itu, LRT Jabodebek mencatat lonjakan tertinggi di segmen perkotaan modern sebesar 20,96% dengan melayani 19.079.347 pelanggan.
Sementara kereta jarak jauh dan lokal yang menghubungkan pusat pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan di Jawa dan Sumatra dengan total 35.257.646 pelanggan (naik 7,63%). Selain itu, KAI Wisata mencatatkan pertumbuhan lonjakan sebesar 49,95% dengan 188.860 pelanggan yang memanfaatkan layanan kereta premium seperti Kereta Luxury, Panoramic, dan Istimewa.
"KA Makassar–Parepare di Sulawesi juga tumbuh 13,62% dengan 206.651 pelanggan. KAI Bandara melayani 4.073.492 pelanggan, dan LRT Sumsel melayani 2.604.587 pelanggan. Sedangkan Kereta Whoosh yang menghubungkan Jakarta–Bandung dengan melayani 3.517.396 pelanggan," ujar Anne.
Anne menegaskan, keberagaman moda yang terintegrasi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem transportasi publik yang andal dan efisien di Indonesia.
“Semakin terhubung layanan transportasi publik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Perjalanan menjadi lebih mudah, akses menuju pusat ekonomi dan berbagai wilayah semakin terbuka, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat berlangsung dengan konektivitas yang lebih baik,” tuturnya.



