Lombok, MCNID.net--Sebuah pertemuan tak disengaja kerap membawa cerita kenangan yang hangat. Hal itulah yang dialami Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH M Cholil Nafis, saat membagikan momen pertemuannya dengan Cendekiawan Muslim Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) dan Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, Prof Masnun Tahir, di Lombok.
Pertemuan tersebut berawal dari sebuah isyarat sederhana. Kiai Cholil menceritakan bahwa dirinya sudah lebih dari satu tahun menggantung sebuah jas tebal bermotif kotak-kotak abu-abu di dalam lemarinya tanpa pernah dipakai.
Namun, secara mendadak pada Senin lalu, ia tergerak untuk mengenakan kembali jas lama tersebut hingga keesokan harinya. Siapa sangka, pilihan mengenakan jas itu ternyata menjadi pertanda awal dari sebuah Reuni nostalgia.
"Ternyata itu isyarat mau jumpa dengan yang memberinya ke saya tahun 2011 lalu, saat saya dakwah di Australia dan New Zealand," kenang KH Cholil Nafis dalam sebuah postingan di akun Instagram pribadinya @cholilnafis, Rabu (22/7/2026).
Setibanya di Lombok untuk sebuah agenda, Kiai Cholil baru mengetahui bahwa Prof Nadirsyah Hosen juga sedang berada di NTB untuk melakukan penelitian. Tak ingin melewatkan momen, mereka akhirnya berkumpul dan menikmati kopi bersama hingga larut malam.
Suasana makin hangat dengan hadirnya Prof Masnun Tahir, yang juga turut membersamai momen saat jas tersebut pertama kali diserahkan di Wollongong belasan tahun silam.
Dalam cangkir kopi dan obrolan santai malam itu, Kiai Cholil teringat pesan berkesan dari Gus Nadir sewaktu memberikan jas tebal dan sebuah dompet merek Fossil kala itu.
"Saya ingat betul ucapan Gus Prof saat memberi jas dan dompet di Wollongong: 'Saya tidak memberi uang, tapi cukup jas ini bekal penampilan dan dompet ini tempat duitnya'," tutur Kiai Cholil.
Bagi Kiai Cholil, kelakar hangat di masa lalu itu kini terasa seperti doa yang diijabah. Penampilan yang rapi dan wadah rezeki yang didoakan sahabatnya itu terus menyertai langkah dakwahnya hingga hari ini.
Mengakhiri momen penuh kenangan tersebut, Kiai Cholil pun menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi kolega serta sahabat lamanya itu agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap ikhtiar akademik maupun dakwahnya.



