Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, mendorong penguatan hubungan antar-masyarakat atau people-to-people diplomacy dalam menghadapi dinamika global saat ini.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Pelatihan Diplomasi Islam Wasathiyah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026).

​Menurut Kiai Marsudi, ilmu diplomasi bukanlah hal baru dalam Islam, melainkan nilai fundamental yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak awal risalah diturunkan.

Kiai Marsudi menerangkan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya berperan sebagai nabi, tetapi juga pemimpin negara, ahli diplomasi, serta teladan dalam hidup berdampingan secara damai.

​"Diplomasi adalah untuk bagaimana kita berkomunikasi satu sama dengan yang lain dengan cara saling menghormati, dengan cara damai, dengan cara peace," ujar Kiai Marsudi.

​Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchuwah ini menjelaskan, program pelatihan dan sertifikasi diplomasi yang digagas oleh MUI ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Kiai Marsudi mengungkapkan, para alumni yang mengantongi sertifikat diplomasi memiliki peran strategis yang tidak hanya dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas.

​"Bahwa alumni-alumni yang mempunyai sertifikat diplomasi ini dibutuhkan tidak sekedar oleh negara Indonesia, pemerintah Indonesia. Tapi ada juga people to people diplomacy, yaitu diplomasi antar keluarga, antar orang perorangan, antar bangsa dengan bangsa lain, antar penganut agama, antar semuanya," imbuhnya.

​Lebih lanjut, Kiai Marsudi menekankan bahwa kemampuan berdiplomasi dan memperluas jaringan (network) antarnegara maupun antargolongan akan membawa dampak positif secara luas, termasuk dalam aspek kesejahteraan.

Kiai Marsudi mengingatkan bahwa keterampilan berdiplomasi erat kaitannya dengan tradisi silaturahim yang membawa keberkahan.

​"Berhubungan dengan baik akhirnya menghasilkan rezeki. Orang yang pintar diplomasi rezekinya akan banyak. Kenapa? Karena orang yang pintar diplomasi akan banyak silaturahim ya. Silaturahim akan nambah rezeki," kata Kiai Marsudi.