Jakarta, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengutamakan kedamaian dan keramahan saat berinteraksi dengan orang lain, serta tidak tergesa-gesa memvonis seseorang hanya dari penampilan luar.
"Ketika kita bertemu dengan orang, dahulukanlah mata kita kepada orang itu dengan berteman, dengan ramah, dengan baik," ujar KH M Cholil Nafis kepada MCNID.net pada Senin (28/9/2026).
Kiai Cholil menekankan pentingnya menebarkan salam dan pesan damai dalam setiap perjumpaan tanpa membeda-bedakan latar belakang atau busana yang dikenakan seseorang. Menurutnya, menjaga kerapian dan kesantunan dalam bersikap jauh lebih utama dibanding menilai orang secara subjektif.
"Makanya disebutkan ketika kita bertemu dengan orang lain siapapun dia, menyebutkan Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam damai kepadamu, rahmat Allah, kasih sayang Allah kepadamu, dan berkah tambahnya kebaikan kepadamu," tutur Kiai Cholil.
Ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini mengingatkan bahwa semua orang menyukai perlakuan yang santun dan penuh ketulusan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta menjauhi diskriminasi dan sikap menghakimi yang kerap kali bersumber dari prasangka penglihatan semata.
"Jangan sampai kita belum mengenal lalu kita melakukan diskriminasi, memvonis, dan lain sebagainya kepada yang lain sehingga melahirkan ketidakadilan dalam bergaul. Semua orang itu senang disikapi dengan ramah, semua orang senang disikapi dengan santun," tegas Kiai Cholil.
Mengutip pesan keagamaan, Kiai Cholil menyampaikan bahwa Allah SWT tidak menilai hamba-Nya dari rupa maupun penampilan fisik, melainkan dari ketulusan hati dan perilakunya sehari-hari.
"Allah itu tidak melihat kepada kalian berdasarkan rupa. Oleh karena itu, mari perlakukan setiap orang yang berhadapan dengan kita dengan baik dan kembangkan sikap husnuzan (berbaik sangka)," ujarnya.



