Jakarta, MCNID.net--Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), KH M Cholil Nafis, mengingatkan bahwa kebijakan kewajiban sertifikasi halal tidak boleh berhenti sekadar sebagai kewajiban administratif yang membebani pelaku industri. 

Ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini menekankan bahwa sertifikasi halal harus dibarengi dengan prinsip thayyib yakni baik, higienis, dan bernutrisi agar mampu memberikan nilai tambah (value added) pada produk.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Cholil dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah bertajuk "Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan" yang digelar di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).

"Kalau halal hanya main di sertifikasi tanpa ada unsur thayyib-nya, ia akan menjadi beban bagi industri karena hanya menambah biaya tanpa memberikan nilai lebih. Ini yang kadang membuat kewajiban sertifikasi menjadi persoalan bagi pelaku usaha," tegas Kiai Cholil.

Kiai Cholil, yang juga menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI), menjelaskan bahwa konsumen dan pelaku bisnis bergerak berdasarkan pertimbangan rasional. Jika sertifikasi halal diintegrasikan dengan aspek thayyib, konsumen akan secara alami memilih produk halal bukan sekadar karena kepatuhan agama, melainkan karena kualitasnya yang lebih terjamin.

Selain menekankan aspek kualitas produk, Kiai Cholil menyuarakan pentingnya ketersambungan (connecting) antara sektor keuangan syariah dan ekosistem industri halal. Saat ini, koordinasi antarlembaga dinilai masih berjalan sendiri-sendiri.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Wakil Ketua Umum MUI ini mengusulkan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo membentuk Danantara Syariah.

Kiai Cholil optimis Danantara Syariah mampu menjadi hamzah washal atau penghubung yang mengordinasikan rantai pasok halal dari hilir ke hulu, sekaligus mensinergikan kekuatan perbankan dan penjaminan syariah nasional.

Seminar nasional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pakar ekonomi syariah terkemuka. Hadir sebagai pembuka acara Direktur Utama Nusantara TV Randy M Tampubolon dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro.

Sementara dalam sesi panel bertema "Dari Visi Menuju Aksi: Mempercepat Transformasi Ekonomi Syariah Indonesia", Kiai Cholil tampil bersama narasumber lainnya, yaitu Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar, serta Ekonom Syariah Adiwarman Azwar Karim.