Jakarta, MCNID.net--Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin merumuskan lima pilar strategis sebagai panduan gerak langkah organisasi ke depan. Gagasan ini ditegaskan untuk merespons dinamika geopolitik, ekonomi, dan sosial yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat kontribusi nyata Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan kancah internasional.


Tokoh yang akrab disapa Gus Rozin ini menyampaikan bahwa kelima pilar utama tersebut mencakup penguatan konsolidasi warga, kemandirian tata kelola, peran mitra strategis negara, modernisasi pendidikan, hingga kepemimpinan internasional.


"Keutuhan dan kesatuan pemikiran (fikrah) serta gerakan (amaliyah) dari tingkat akar rumput hingga Pengurus Besar merupakan modal utama dalam menjaga ketahanan organisasi," tegas Gus Rozin saat memaparkan pilar pertama terkait pentingnya mempererat Ukhuwah Nahdliyah dalam keterangan yang diterima MCNID.net, Selasa (4/8/2026). 


Pada pilar kedua, NU berkomitmen memperkuat kemandirian organisasi dengan mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya internal warga. Tata kelola yang profesional dan independen dinilai menjadi fondasi utama agar misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan NU berjalan secara berkesinambungan.


Sebagai elemen kunci masyarakat sipil (civil society), pilar ketiga mempertegas posisi NU sebagai shohibul hukumah, yakni mitra strategis sekaligus kritis bagi pemerintah. NU siap mendukung penuh kebijakan publik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat, seraya tetap konsisten memberikan kontrol sosial yang konstruktif.


Sementara pada pilar keempat, NU mendorong akselerasi dan modernisasi lembaga pendidikan di bawah naungannya, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Melalui sistem pendidikan terintegrasi, NU memadukan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah, wawasan kebangsaan, serta penguasaan sains dan teknologi guna mencetak generasi unggul berdaya saing global.


Mengakhiri rumusan pilar kelima, Gus Rozin menegaskan bahwa kiprah internasional NU merupakan bagian tak terpisahkan dari akar sejarah pembentukannya. Diplomasi historis Komite Hijaz pada masa awal berdirinya NU menjadi bukti nyata kontribusi para ulama dalam percaturan global.


Ke depan, NU berkomitmen untuk terus memperkuat diplomasi perdamaian dunia dan menggemakan syiar Islam Rahmatan lil 'Alamin di tingkat internasional. Melalui kelima pilar ini, Nahdlatul Ulama menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi pilar penyangga kebangsaan serta pelopor perdamaian dunia.