Jakarta, MCNID.net--Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak boleh sekadar dinilai dari angka pertumbuhan maupun besarnya nilai aset. Lebih dari itu, indikator utamanya terletak pada seberapa luas dampak serta manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
Khofifah menyampaikan hal tersebut di hadapan para pemangku kepentingan dalam pembukaan gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang berlangsung di Surabaya, Jumat (25/9/2026). Khofifah menilai bahwa momentum penguatan ekonomi syariah di Jawa Timur harus terus diarahkan pada program-program inklusif yang menjawab kebutuhan riil warga.
"Pengembangan ekonomi syariah ini bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya bagi masyarakat," ujar Khofifah dikutip dari laman resmi BI, Senin (28/9/2026).
Menurut Khofifah, perluasan manfaat tersebut dihadirkan secara konkret dalam FESyar Jawa 2026 melalui tiga agenda strategis. Langkah pertama diwujudkan lewat pembentukan Pasar Rakyat serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat untuk memperkuat jaminan produk halal sekaligus mendongkrak daya saing dan akses pasar para pelaku UMKM lokal.
Selain penguatan sektor usaha mikro, Khofifah mengapresiasi terobosan pengembangan wakaf produktif berupa wakaf uang yang dialokasikan khusus untuk menopang sektor pendidikan. Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik juga diakomodasi melalui skema pembiayaan inovatif untuk penyediaan perumahan bagi guru madrasah serta pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).
Upaya memperluas kemaslahatan ekonomi syariah ini dijalankan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), industri keuangan syariah, hingga kalangan pesantren. Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di panggung ekonomi syariah global.
Gelaran FESyar Jawa 2026 yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Sejak digulirkan pada 2019, ajang tahunan ini terus konsisten menjadi platform strategis regional dalam membuka akses pasar dan pembiayaan bagi para pelaku usaha syariah.



