Jakarta, MCNID.net--Universitas Indonesia (UI) bersiap menghadirkan simbol baru persatuan bangsa melalui rencana pembangunan kompleks rumah ibadah untuk enam agama yang diakui di Indonesia. Berada dalam satu kawasan terpadu, proyek strategis ini dirancang untuk mencerminkan wajah asli Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan.


Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi negeri yang menyandang nama negara, UI memiliki tanggung jawab moral untuk memelihara dan menampilkan semangat kemajemukan tersebut secara nyata di lingkungan akademik.


"Universitas Indonesia adalah satu-satunya perguruan tinggi yang menggunakan nama Indonesia. Karena itu, kami ingin menghadirkan simbol yang mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya, yakni keberagaman yang hidup berdampingan secara harmonis," tegas Heri saat audiensi bersama Menteri Agama di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta, Senin (3/8/2026).


Rancangan kawasan multifaith ini mengusung konsep yang mengedepankan kesetaraan antarumat beragama. Selain lokasinya yang strategis dan terintegrasi dengan fasilitas publik kampus, setiap rumah ibadah akan dibangun secara proporsional.


Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan ruang bersama (shared space) yang difungsikan sebagai titik temu, dialog, dan interaksi lintas iman bagi seluruh civitas akademika.


Langkah UI ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Menteri Agama (Menag), KH Nasaruddin Umar. Menurut Menag, perguruan tinggi merupakan ruang yang sangat strategis untuk membentuk karakter generasi muda agar tidak hanya memahami toleransi secara teoretis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.


Menag menilai keberadaan kompleks ini memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Sebab, pembangunan rumah enam agama ini menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan secara setara.


Selain itu, Menag menilai pembangunan tersebut menjadi pusat pembentukan karakter, di mana mahasiswa dapat menyaksikan dan merasakan langsung indahnya berbagi ruang antarumat beragama.


Lebih lanjut, Menag menilai pembangunan tersebut juga membawa pesan untuk dunia bahwa Indonesia berhasil merawat kohesi sosial di tengah kemajemukan.


"Bagi saya, ini bukan sekadar membangun gedung. Ini membangun pesan kepada dunia bahwa Indonesia mampu merawat keberagaman dalam satu ruang yang setara. Kerukunan harus bisa dilihat, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini. 


Terkait tantangan pembiayaan, Rektor UI menyampaikan bahwa pihak kampus bersama Kementerian Agama tengah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Skema pendanaan akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari filantropi keagamaan, dunia usaha, lembaga sosial dan para dermawan yang peduli pada penguatan kerukunan bangsa. 


Jika seluruh proses pembangunan berjalan lancar, kompleks rumah ibadah enam agama di UI ini diproyeksikan menjadi salah satu kawasan multifaith terbesar di lingkungan perguruan tinggi Indonesia, sekaligus menjadi role model penguatan moderasi beragama bagi kampus-kampus lainnya di Tanah Air.